masihkah kau manis.manisku.masihkah kau indah.indahku.masihkah kau teduh.teduhku.
aku masih dalam hamparan kebun matahari.kusesap wanginya.kubandingkan dengan wangimu.masih kalah ternyata.aku tertawa.sendirian juga ternyata
dirimu belum menjadi milikku.sedikitpun belum
setapak ini ingin kulalui denganmu.tentunya bergandengan tangan.sambil kubentangkan tangan kananku.dan kau bentangkan tangan kirimu.menikmati sepoinya semilir angin, membawa bau manusia kita ke alam antah berantah.karena kita tak seperti manusia ketika itu.kita adalah mayat yang menikmati hilangnya nyawa kita.karena kita terus terdiam, saling bertatap.melukis cerita di wajah masing-masing
aku ingin terus seperti itu
menikmati setiap jengkal wajahmu.terus menikmati elok wajah sang bidadari.bidadariku.kataku.
aku tertawa lagi.
ilalang itu terlalu tinggi untuk kita saling berkejaran
#pagibegitu indah#
aku masih dalam hamparan kebun matahari.kusesap wanginya.kubandingkan dengan wangimu.masih kalah ternyata.aku tertawa.sendirian juga ternyata
dirimu belum menjadi milikku.sedikitpun belum
setapak ini ingin kulalui denganmu.tentunya bergandengan tangan.sambil kubentangkan tangan kananku.dan kau bentangkan tangan kirimu.menikmati sepoinya semilir angin, membawa bau manusia kita ke alam antah berantah.karena kita tak seperti manusia ketika itu.kita adalah mayat yang menikmati hilangnya nyawa kita.karena kita terus terdiam, saling bertatap.melukis cerita di wajah masing-masing
aku ingin terus seperti itu
menikmati setiap jengkal wajahmu.terus menikmati elok wajah sang bidadari.bidadariku.kataku.
aku tertawa lagi.
ilalang itu terlalu tinggi untuk kita saling berkejaran
#pagibegitu indah#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar